Thursday, September 22, 2011

Travel Sketch : Qumran


QUMRAN
Penemuan pertama,  7 gulung surat.
 
Pada tahun 1947, seorang Bedouin (atau Beduin) – suku Arab – mencari seekor kambing yang tersesat di wilayah barat Laut Mati, melakukan penemuan terbesar sepanjang abad dengan menemukan Gulungan Surat-Surat Laut Mati yang terkenal. Seorang gembala kebangsaan Arab, Mohammed Edib yang tujuannya mencari kambing yang tersesat, melempar batu ke dalam gua dan mendengan suara daru sesuatu yang jatuh. Ia kabur karena takut, menyangka bahwa gua itu dihuni oleh hantu.

Keesokan harinya, ia mengajak sepupunya dan mereka memasuki gua dan menemukan delapan bejana. beberapa diantaranya masih dalam keadaan utuh. Mereka mengambil bejana itu dan mulai mencari-cari dengan harapan dapat menemukan emas di dalamnya. Mereka kecewa karena yang mereka dapatkan adalah bundelan-bundelan surat dengan tulisan yang tidak dapat dimengerti oleh mereka sedikitpun. Seluruh gulungan surat yang ditemukan berjumlah 7 gulung.

            Penemuan pertama berjumlah 3 gulung : Kitab Yesaya, Kitab Habakuk, dan sebuah gulungan tentang aturan sebuah sekte di Qumran. Penemuan kedua, ditemukan 4 gulungan lainnya, yaitu : Kitab Yesaya (dalam terjemahan lebih lama), The War Scroll, Thanksgiving Scroll, dan The Genesis Apochrypon.

Pada suatu hari, orang Beduin itu membawa penemuan ‘aneh’ itu ke seorang Kristen Syria, Khalil Kando dan menjual kepadanya. Kando membawa empat gulungan yang dibelinya dan memperlihatkan ke Metropolitan, yang berkediaman di Yerusalem. Pihak Metropolitan tersebut mengenal keempat gulungan tersebut sebagai tulisan Ibrani Kuno. dan segera membelinya.

Tahun 1949, setelah menyadari bahwa gulungan-gulungan tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi, ia membawa gulungan tersebut ke Amerika Serikat. Gulungan-gulungan tersebut kemudia dibeli Prof. Yigael Yadin dengan harga US$250,000 dan kemudian membawanya ke Israel. Prof. Eleazar Sukenik, ayah Yadin telah membeli tiga gulungan lainnya dari Yerusalem.

Gulungan-gulungan Lain
Gulungan-gulungan surat itu saat ini dipamerkan di Tempat Suci Buku, Museum Israel, Yerusalem. Gulungan yang paling terkenal adalah mengenai Yesaya, berukuran lebar 30 cm, dan panjangnya 8,4 meter. Prof. Harding direktur benda antik Yordania, Pere de Vaux, sadar akan tingginya nilai gulungan2 ini dan mulai mencari ke seluruh wilayah barat Laut Mati.

Ditemukan 900 lembar gulungan di lebih dari 30 gua. Jumlah manuskrip yang paling besar ditemukan berasal dari gua IV, ditemukan oleh Beduin pada tahun 1952 dan hanya berjarak sekitar 90 meter dari reruntuhan Qumran.

Yang menjadi pertanyaan saya ke diri sendiri adalah, kenapa harus ditemukan di Qumran?? Hmm nice Q…! Mungkin bisa saya jawab setelah sedikit riset sana-sini…

Yes, we were here!
God Bless Israel, God Bless Indonesia!

Merry Christmas 2015!