Thursday, September 22, 2011

Travel Sketch : Jordan River


Jordan River
Sungai Jordan adalah sungai kecil yang mengalir dari ketinggian Gunung Hermon yang diselimuti salju ke Laut Mati. Sederhananya, air dari Danau Galilea mengalir di Sungai Yordan masuk ke Laut Mati. Sungai ini berbelok-belok dan menikung dengan jarak 256 km, sedangkan jika dihitung jarak lurus hanya 105 km.

Nama lengkapnya Jordan Al Urdun (Yang Menurun) karena sungai ini bergerak menurun dari ketinggian sekitar 900 meter dari G. Hermon (gunung yang berdekatan dengan Tabor). Rata-rata lebar sungai ini adalah 30 meter.

“Pada waktu itu datanglah Yesus dari Galilea untuk dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya. Lalu, terdengarlah suara dari sorga : “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan” (Mat 3, Mrk 1, Luk 3)

Yardenit Baptismal Site, Jordan


Sungai Yordan disucikan baik dalam kisah Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Tempat di mana Yesus dibaptis berlokasi sekitar 8 km timur kota Yerikho atau lebih dekat ke arah Laut Mati. Sedangkan tempat pembaptisan Yardenit yang saya gambar lebih dekat ke Danau Galileanya.

Di sekitar situs pembaptisan Yesus, keturunan Israel, pada tahun 1250 SM, di bawah pimpinan Yosua menyeberangi sungai dan menduduki wilayah Kanaan (Yos. 3:13-17). Di sekitar itu juga Nabi Elia diangkat ke sorga dengan kereta perang yang bernyala-nyala.

Sayangnya sekarang, aliran sungai ini mulai terhenti, alirannya tidak sampai ke Laut Mati. Jelas saja, sungai ini menjadi sumber air bersih bagi negara2 di sekitarnya. Kenyataan ini berdampak pula bagi kedalaman Laut Mati yang semakin berkurang.

Merry Christmas 2015!