Sunday, June 19, 2011

Jemuran

yang penting efektif =)

Setelah mengikuti kurang lebih 4 latdas arjau di kampung-kampung di Pangalengan atau Ciwidey, memang kelihatan ada ‘pola-pola’ kehidupan yang sama di antara keempat kampung yang diteliti. Kampung-kampungnya merupakan tempat tinggal bagi para pekerja perkebunan tanaman teh yang ada di sekitar kampungnya. Bentuk bangunan, atap, dan warna pun tampak tipikal.

tapi...bukan itu yang mau dibahas…

Ada pola kehidupan lain yang mirip2 di keempat latdas yaitu para arjoersnya sendiri. Kok bisa? Tentu bisa… malah bisa dibilang bahwa kelemahan di sisi ini seringkali bikin jalannya acara agak berantakan. Nah salah satu hal itu adalah jemuran.

Apa itu jemuran dan kenapa perlu jemuran
Jemuran di arjau ini terbilang cukup sederhana karena terbuat dari tali rafia/tali pramuka yang diikat antar tiang tenda untuk menggantung barang jemuran. Ada 3 alasan utama kenapa arjoers ‘menjemur’ (karena jemuran di dalam tenda ini jelas ngga kena matahari sama sekali).

1. Musim Hujan
Kegiatan latdas arjau, rutin diadakan setiap tahun dan dipastikan sedang musim hujan. Parahnya hujannya ngga bisa diprediksi, bisa setiap hari, setiap malam, setiap siang, atau mungkin bisa juga ngga hujan sama sekali (yang satu ini jarang banget). Jadi, jemuran dipakai untuk ‘ngeringin’ pakaian yang basah.

2. Keringat
Arjoers di kampung, penelitian modal jalan kaki. Naik-turun tangga/bukit/gunung jalan kaki. Biarpun musim hujan, udara panas tetap bikin keringatan. Itulah kenapa perlu bawa air yang cukup banyak. Baju basah karena keringat? Ngga masalah, gantung saja supaya bisa dipakai besok.

3. Mandi
Meskipun aktivitas satu ini terbilang cukup jarang dilakukan (entah karena faktor airnya, faktor MCKnya atau faktor malas jalannya), tapi barang2nya kan basah (handuk) setelah dipakai, jadi tetap harus digantung supaya bisa dipakai di kesempatan mandi selanjutnya.

Masalah dan solusinya
Masalah datang ketika satu tenda peleton dipakai tidur sekitar 20-30an orang. Anggap saja setiap orang menggantung (menjemur) minimal 5 barangnya (handuk, baju, kemeja, kaos kaki, dan celana), maka dalam keadaan terburuk, ada sekitar 150 barang jemuran tergantung di dalam tenda.

Karena tidak memungkinkan seluruh tenda dijadikan jemuran, tali rafia melintang sana-sini?
Jadi, salah satu caranya ada memakai tali jemuran seefektif mungkin. Karena ngga cuman diri sendiri yang perlu menjemur, tapi orang lain juga. Alih-alih asal gantung, pakai ranting buat dijadikan hanger (di gambar)
Ruang lebih sedikit tapi menampung lebih banyak. Tinggal nikmati saja aromanya bersama-sama… ;)


Yang masih nyambung sama Arjau : Item nih kalo ngarjo!

Saturday, June 18, 2011

Kuliah lagi atau kerja?

Kerja ato kuliah ya?


Topik yang satu ini biasanya keluar jadi bahan obrolan di masa menjelang akhir2 kuliah. Bahan obrolan ini masih rame juga di masa-masa pasca lulus kuliah/wisuda (buat yang lanjutin kuliah).

Kalo kerja :

Lo kerja? Kerja di mana? Bikin sendiri? Dapet gaji berapa? Tinggal di mana? Kok bisa dapet di sana? Kerja santai atau rodi? Bisa FB-an di kantor? Siapa bosnya? Siapa aja yang kerja di sana? dan seterus2nya (kadang sampe pertanyaan2 ngga penting pun keluar)…

Kalo kuliah :

Gile kuliah lagi lo? Ngga bosen apa? Kuliah di mana? Ngambil jurusan apa? Sambil kerja ngga? Berapa duid? Kapan kelarnya? Siapa aja yg kuliah lagi? dan seterusnya sampe pertanyaan atau celetukan2 : kapan mo merit lo, sekolah mulu?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sebenarnya sangat lumrah. Udah jadi sifat dasar manusia dari sononya, rasa ingin tahu yang besar dan sangat detail… Buat menentukan pilihan yang mana, sebenarnya mudah saja. Tidak perlu diambil pusing. Keputusan ada di tangan masing-masing.

Yang jelas, diskusi sama orang tua. Orang laen (teman2) boleh ngasih masukan buat pertimbangan tapi bukan mereka yang menentukan masa depan kita. Kita yang jalanin, bukan mereka.

Kuliah

Kenapa kuliah lagi? Dari sekian banyak pertanyaan di atas, yang satu ini lumayan sering juga saya dengar. Kuliah lagi, pada dasarnya ya untuk mendapat pengertian dan pemahaman yang lebih baik (jika dalam jurusan yang sama, misal dari hukum ke hukum lagi). Namun, bisa saja buat mencari ilmu lain yang bisa ‘dikolaborasikan’ bersama (misalnya dari desain produk lanjut ke bisnis manajemen).

Balik lagi, semuanya adalah keputusan masing-masing. Apa lo mau sekolah lagi (gelar magister)? Kalo ngga, ya langsung cari kerja aja. Kerja ke orang lain, lanjut usaha ortu, ato merit dsb. ,Kalo ya mau sekolah lagi, BULATKAN dan tetapkan tekad aja untuk kuliah lagi. Biasanya pilihan ada dua. Langsung kuliah atau mau kerja dulu cari pengalaman baru kuliah lagi.

Kenapa diri sendiri harus yakin untuk sekolah lagi atau ngga, karena jika sekolah laginya memang karena kemauan, jelas ngga akan ngejalanin sebagai beban. Beban di sini bukan cuman buat diri sendiri, tapi juga buat orang lain. Kok bisa? Logis saja, pertama ada ortu yang cari duid buat bayarin kuliah, kedua akan lebih sering bertemu dengan tugas2 kelompok. Seharusnya menyadari bagaimana jika seseorang tidak serius, maka akan mempengaruhi nilai orang lain.

Simpel aja, kalau ngga yakin, lebih baik ngga usah.

Pilihan kedua biasanya ‘dipakai’ sebagai jeda ‘kebosanan’ sekolah. Akan tetapi, seringkali juga jadi jebakan sendiri. Karena sudah keenakan ‘megang duid’, ngga kerasa malah malas sekolah lagi. Oleh karena itu, sebagian besar melakukan opsi pertama. Jika bisa keras terhadap diri sendiri, pilihan kedua pun tidak masalah.

Kerja

Kenapa kerja? Masuk dunia kerja bukan semata-mata hanya rutinitas kehidupan. Tapi gimana mengaplikasikan ilmu yang udah didapat selama kuliah/sekolah buat orang lain. Gimana pengalaman-pengalaman baru, bimbingan dari orang-orang yang berpengalaman dapat membantu melengkapo ilmu yang udah di dapat. Beraaat bgt…=.=’

Ttg kerja, saya ingat seorang teman yang menceritakan apa yang diceritakan bosnya di tempat kerja. Kurang lebihnya mungkin seperti ini: kalau kerja, kerjalah yang seimbang. Jangan sepenuh waktunya habis buat kerjaan. Fokus terhadap pekerjaan adalah sesuatu yang baik, tetapi jangan sampai melupakan keadaan di sekitar. Dalam pengertian sederhananya, kalau udah kerja, jangan lupa cari pendamping hidup! Make sense…

Lanjut lagi,, sehebat apapun seseorang dalam bidang pekerjaannya, tetapi kalau tidak bisa menyeimbangkan kehidupan sih, yaa sama saja masih ‘kurang ahli’ mengatur… *jadi ngelantur kemana2*

***

Salah satu masukan kepada saya adalah : kalau sama sekali tidak berminat terjun ke dunia akademis, silakan kerja saja. Berusaha yang terbaik dan menjadi yang terbaik sebagai profesional. Kenapa? [bersambung…]

Tuesday, June 07, 2011

Survival -Water

Water..water..

Dalam setiap perjalanan ke suatu tempat, satu barang yang pasti selalu dibawa adalah persediaan air. Termasuk saat perjalanan kemping. Satu hal yang saya ingat ketika berjalan di alam adalah faktor survival. Air adalah salah satunya yang perlu diusahakan untuk didapat. Manusia bisa bertahan lebih lama tanpa makanan, tetapi tidak dengan air. Dehidrasi adalah dehidrasi.


Ketika suatu waktu stok air habis, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan air (saya hanya merangkum dan menggabung dari berbagai program di Discovery Channel dan NG)

1. Teknologi (I Didn’t Know That_NG)

Dengan bantuan teknologi, sekarang tersedia penyaring air portabel. Penyaring air ini cukup kompak. Bentuknya seperti pipa, difungsikan seperti sedotan. Di dalam pipa sudah disusun material2 penyaring sedemikian rupa sehingga air yang diminum tidak berbakteri, tidak berwarna, tidak berbau. At least cukup aman untuk diminum. Menurutnya kapasitasnya bisa menyaring hingga 700 liter air. 700 liter adalah jumlah rata-rata kebutuhan air per orang per tahun.

2. Bambu (Man vs Wild with Bear Grylls_Discovery Channel)

Bambu salah satu pohon yang bisa menyimpan air banyak. Tapi cara ini setidaknya perlu sedikit skill untuk memilik bambu. Bambu harus cukup besar dan memilih bambu yang sudah tua, ruasnya lebih besar, menyimpan air lebih banyak. Pilih ruas kira2 setinggi dada hingga kepala.

3. Pohon Pisang (Man vs Wild with Bear Grylls_Discovery Channel)

Air bisa didapat juga dengan memotong pelepah pohon pisang. Tebang pohonnya, dan sisakan batangnya kira2 setinggi betis atau mata kaki. Buat cekungan di tengah pelepah kamudian di tutupi supaya tidak ‘tercemar’ dengan benda2 yang jatuh. Cara ini perlu waktu karena memanfaatkan daya hisap pohon.

Airnya memang mengandung zat2 (getah?) pohon, tapi masih bisa diminum hingga takaran tertentu. Konsumsi berlebihan, akan membuat rasa di mulut agak tidak enak.

4. Air Seni/Urin (Man vs Wild dan I Didn’t Know That)


Drink ur urine!

Cara ini seringkali dipakai untuk keadaan sangat terdesak. Cara Bear Grylls memang lebih ekstrim daripada yang digunakan oleh ilmuwan NG).

Bear Grylls memberi contoh dalam keadaan sangat ekstrim (minim perlengkapan dan perlatan), urin langsung ditampung dalam wadah untuk sekali2 digunakan. Cara ilmuwan NG ‘lebih aman’ dengan memanfaatkan science dan perlatan.

Urin ditampung dalam panci yang dipanaskan. Ditengah2nya diberi wadah kosong. Kemudian tutup dengan tutup terbalik. 95% dari urin adalah air, 5% sisanya adalah garam, urea, dan mineral2 lainnya yang dibuang oleh tubuh. Ketika urin dipanaskan dan diuapkan, air akan menguap dan tertahan di tutup panci. Air yang terkumpul akan turun dan masuk ke dalam wadah di tengah panci. Dengan begitu, air akan terpisah dari urin.

Terdengar menjijikkan, tapi science membantu untuk memberi solusi sedikit lebih aman.


Friday, June 03, 2011

Just for Laugh

Ketawa masih gratis

Ketawa terbahak-bahak (tertawa yang lepas) 3 kali sehari bisa memperpanjang umur dan membuat tampil awet muda. Terbukti secara ilmiah bahwa ketika tertawa, sekitar 144 otot muka tertarik mengencang ke belakang, memperlancar peredaran darah di muka sehingga wajah tampil awet muda.

Ini jelas merupakan usaha yang murah dan mudah daripada berboros2 untuk spa, operasi, dan segala usaha alternatif yang menyiksa diri dan kantong… =D

Wednesday, May 04, 2011

Winners Never Quit

'bufffff!!'


Kadang, memang ajah selalu ada hal-hal yang bikin orang-orang pengen 'bufff!' ngilang kemana. Entah gara-gara kerjaan (fase baru tea), kuliah, keluarga, suasana sama temen-temennya-lah, dll2.

Tapi yang saya rasakan, makin saya coba jauhi, malah makin besar yang saya hadapi. Pengalaman (ni guru paling bagus tapi paling mahal juga untuk dibayar) saya bilang, "Waktu ngga menyelesaikan masalah sama sekali kecuali kamu hadapin masalahnya".
Bukan cara yang instan memang buat (mem)biasa(kan) untuk selalu menghadapinya. Besar atau kecil selalu jadi tantangan tersendiri.

Sama halnya dengan pengrajin tanah liat. Kalau dia punya hal mau membentuk tanah liatnya bagaimana pun juga. Membuat bentuk guci yang rumit atau gelas yang sederhana sekalipun, mereka dibuat dengan tujuannya masing-masing. Setiap prosesnya pun punya tingkat kesulitannya masing-masing.

So, someday, saya melihat quotes di halaman jejaring sosial seseorang bunyinya :

"Winners never quit, quitters never win!"

Jadi, drpada ditunggu sampai besar, coba membiasakan untuk menyelesaikan ketika masih 'kecil'...
Benar banget bukan?

God Bless Indonesia!!

Thursday, April 21, 2011

Happy Easter 2011!!

Point of Difference!


Paskah bukan masalah pergi ke (gedung) gerejanya. Paskah lebih utama bagaimana kita menciptakan relasi antara diri sendiri dengan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.... Bagaimana mengerti tentang karya salib Yesus buat semua manusia. =)

GodBless!

Happy Easter!

Wednesday, April 20, 2011

next level - couple

Ruf n Erw

Setelah lewat coba gambar sebelumnya, akhirnya beberapa minggu lalu saya minta tolong kepada seorang teman untuk 'pinjem' fotonya (dengan pacarnya) untuk latihan gambar tema "couple" karena sebelumnya memang cuman seorang-seorang doang...

Dia bilang juga bahwa sekitar 2 minggu ke depan (pertengahan bulan ini), mereka bakal ngerayain 2nd anniversarynya... Jadi, momennya ngga sengaja bisa pas (dipas-pasin juga).. Yaa itung2 waktu latian corat-coretnya....

So, terima kasih Ruf & Erw yang bersedia berpartisipasi memberi kesempatan untuk naek level.. =D GBU!
Thx to Him too... semuanya dari Dia untuk Dia...

Jadi, saya bikin 'frame' untuk momen mereka :

2nd anniv

Merry Christmas 2015!