Friday, October 23, 2009

God is good all the time, all the time God is good

“Oom-nya bantu ngangkat mobil, anak cowonya bantu buka baut-baut, ibunya bantu ambil dongkrak, dan anak cewenya ambil senter”

Prolog
Gw rasa, ga ada kata-kata yang cukup di dunia ini buat menjelaskan kebaikan Tuhan. 
KebaikanNya datang baru setiap hari bagai embun di pagi hari. Bahkan seringkali kebaikanNya itu datang tanpa diduga sebelumnya. Kebaikan yang datang melebihi dari apa yang diharapkan. Sadar atau tidak, sebenarnya Tuhan sendiri adalah pribadi yang mau bersikap transparan terhadap manusia. Ia menjelaskan diriNya dalam satu kumpulan tulisan. Ia yang menyatankan diriNya lewat Alkitab, memberi tahu segala janji-janjiNya bagi orang yang percaya, pokoknya segala sesuatu tentang diriNya sudah Tuhan beri tahu semua. Lagi-lagi, biasanya manusia termasuk gw nya juga yang kelewatan ga mau tahu soal itu, jadi ngga tahu apa-apa. Pngetahuan yang didapet dan berkat yang didapat hanya sebatas yang gw tahu (yang pernah dibaca). Padahal dari depan, kitab Kejadian, sampai belakang kitab wahyu isinya janji Allah semua.

Tabur tuai & kasihi musuh

Hukum tabur tuai dan mengasihi musuh adalah tiada duanya. Menurut gw, itu adalah sesuatu yang sempurna. Luar biasa untuk diterapkan di kehidupan nyata. Hal yang cukup membuat gw bertobat untuk ngejek-ngejek orang. Kalaupun ada yang ngejek, silakan, gw lebih baik diam, kalau perlu balas dengan senyum. Kenapa harus mengasihi musuh? Satu hal yang sama sekali ngga logis. Padahal “logis” nya, kalau dijahatin, ya jahatin balik. Tapi, kalau inget Tabur Tuai-nya Tuhan, apa yang gw lakukan ke orang lain, itu juga apa yang bakal gw dapet di hari-hari depannya. Maka, jika dibalik, kalau gw maunya dapet kebaikan dari orang lain, gw harus mau berbuat baik ke orang lain juga. Seperti seorang petani, ia memanen hasil dari benih yang dia tanam. Oleh karena itu disebut tabur tuai. Gw ga akan menuai apa-apa kalau gw tidak menabur apa-apa juga.

Nah, misalkan A jahat ke B, B balas jahat ke A, maka si B akan dapet jahat lagi (entah dari sapa). Bahkan biasanya ‘balasan’nya itu bisa datang lebih parah atau tak terduga.

Sekarang, andaikan B tidak balas jahat, tetapi balas dengan baik, maka si B akan dapet baik juga. A sebagai pihak yang telah jahat, akan dapat balasan (entah dari siapa). Mengambil contoh tadi, gw yakin konsep mengasihi musuh bisa jadi satu-satunya senjata untuk bikin perdamaian. Ngga ada yang lain.

Gw pada akhirnya semakin yakin apa yang gw lakukan, akan dibalas ke gw juga. Tepat, setelah beres nulis ini, lagi cari-cari contoh kejadian, tiba-tiba temen gw mengalami sesuatu yang luar biasa. Bahkan dia sendiri bilang sampe syok. Haha. Contoh yang luar biasa, gw minta ijin pake ceritanya:

Ketika mau pulang bersama temen-temennya setelah refreshing, ternyata... ngga bisa! Mobilnya nyangkut karena parkir terlalu maju. Semua temennya mencoba angkat mobil supaya bisa lepas, tapi ngga bisa juga. Ya bagaimana lagi, sebagian besar yang mengangkat cewe-cewe. Orang-orang pun cuma lewat tak membantu. Sampai akhirnya muncul satu mobil Carry yang berhenti. Semua orang di dalamnya, yang akhirnya disadari satu keluarga, turun dan membantu. Oom-nya bantu ngangkat mobil, anak cowonya bantu buka baut-baut, ibunya bantu ambil dongkrak, dan anak cewenya ambil senter. Singkat cerita, mobilnya bisa keluar. Kalau dipikir2, darimana datangnya Carry tadi?

Well, gw yakin ini bisa jadi salah satu balasan untuk dia dari perbuatan dia sebelumnya ke orang lain, Tuhan bisa pake siapa saja buat antar balasannya. Lagi, God Bless buat satu keluarga yang bantu, Tuhan juga pasti akan balas kebaikannya.

trims buat Maresa atas pinjaman ceritanya..;-)

Merry Christmas 2015!