Saturday, July 30, 2011

Travel Sketch : Lembah Karmel


Lembah Karmel, Puncak

Pada tanggal 29 Juni kemaren, saya berkesempatan untuk mencoba ‘menjadi urban sketcher’. Apa dan gimana rasanya. Saat itu kami sekitar bersebelas orang (saya dan Archer Comm.) pergi ke Lembah Karmel, Puncak untuk berdoa bersama. Berangkat sekitar jam 8 pagi dari Bandung, sampai di sana sekitar jam 11. Setelah sedikit putar-putar, kami dapatkan tempat untuk berdoa bersama.

Setelah berdoa, ada sedikit waktu untuk foto2… Saat itu saya sedikit curi2 waktu untuk sketsa2 beberapa spot di Lembah Karmel. Waktu sedikit karena kami memang tak tahan lagi karena lapar, maunya segera cari tempat makan untuk mengisi 'kampung tengah'.

Saya rasa, sedikit berbeda dengan ‘konsep’ urban sketcher aslinya, yang biasanya orang2 (mungkin) selalu menyelesaikan gambarnya di tempat. Saya cenderung menggambar/sketsa umum di tempat dan dilanjutkan dengan pewarnaan atau detail gambar di lain waktu/di rumah. Kebiasaan memang begitu karena tidak menyempatkan waktu secara khusus untuk ‘the real urban sketcher’ kecuali ketika menunggu dan waktunya cukup lama untuk menyelesaikan gambar.
Sama halnya dengan beberapa spot Lembah Karmel Puncak yang saya gambar… [ada banyak spot menggambar yang bagus2, tetapi saya hanya sempat ‘merekam’ tiga saja.].

Setelah memasuki gerbang dan masuk halaman parkir, bangunan yang terlihat adalah gedung administrasi, ya semacam lobbynya kali ya. Nah jika melihat ke sebelah kiri, bakal disambut Patung Yesus setinggi 2,5-3 meter sedang membuka tanganNya. Ketika berjalan menuju patung tersebut kiri dan kanan jalan adalah kolam2 air. Saya tidak melihat (ngga mencari juga sih) apakah ada keterangan tentang patungnya, jadi saya sebut saja “Jesus Bless Indonesia”.
Patung 'Jesus Bless Indonesia', Lembah Karmel

Komplek Karmel ini sangat besar, sehingga memiliki banyak fasilitas (dari tempat doa pribadi hingga kelompok/banyak orang). Sebelum berangkat cari makan siang, saya sempatkan sketsa2 cepat dua spot selanjutnya yang saya selesaikan detailnya di rumah. Pertama adalah Goa Doa (atau setidaknya saya sebut begitu). Berjalan lagi dari posisi Patung Yesus, maka akan menemukan Goa Maria. Goa dengan patung Bunda Maria yang saat itu mulai agak ramai didatangi orang untuk berdoa. Di sepanjang jalan juga ada speaker2 di spot2 tertentu supaya orang yang datang bisa mendengarkan lagu2 rohani.

Goa Doa

Goa yang digambar ini adalah Goa Doa setelah Goa Maria, di sebelah sisi kiri (sejajar dengan Goa Maria). Di sini ada patung Yesus (setelah disalib) sedang berbaring di pelukan Maria. di bawahnya ada tempat2 lilin bagi orang yang berdoa. Bagi saya, hal yang membuat menariknya adalah tanaman2 rambat di kiri dan kanannya, juga ada tempat duduk putih dari besi yang beratap semacam polikarbon biru menghadap goa, simetris di kiri kanan jalan masuk.
Goa Doa Pribadi, Lembah Karmel

Saat kembali, seorang teman, sebut saja “Ch”, penasaran dengan sebuah tangga yang berada di seberang Goa Doa tadi. Papan di bawah tangga bertuliskan “Goa Doa Pribadi”. Cukup menjelaskan tapi sepertinya tidak cukup menjawab rasa penasaran, karena dari bawah tangga kami tidak bisa melihat Goa Doanya. Langsung saja angkat kaki, naik tangga buat lihat2. Rasanya, tangga cukup nyaman, tidak terlalu tinggi dan tempat pijakannya lebar2 dari tangga biasanya. Ada juga tempat pegangan di sisi kiri. Setelah naik tangga mirip bentuk L, terlihat juga Goa Doanya. Saat pertama lihat, bangunannya mirip Igloo, di teduhi pepohonan rindang di kiri kanannya. Kami menjaga jarak sekitar 5 meter dari situ. Ada jendela yang sedang terbuka, jadi kami prediksi ada orang yang sedang berdoa di dalamnya. Suasana di situ sangat tenang (tidak terdengar bunyi alunan musik dari bawah sana), takut kalau2 suara kami mengganggu mereka.

Setelah itu, saya bergabung lagi dengan yang lain, siap2 keluar untuk cari tempat makan. Sungguh tempat yang indah.

Merry Christmas 2015!