Thursday, December 15, 2011

TravelSketch : Honeymoon Desert IP


Honeymoon Desert Istana Plaza, Bandung

Pas menggambar ini, saya membayangkan jika kebiasaan menggambar ini bisa seperti food blogger...

Mungkin, ya mungkin saja, jika para pemilik restoran kedatangan seorang food blogger terkenal sehingga blognya diikuti banyak orang. Asumsikan saja pemilik restoran tidak tahu blogger itu dan kemudian ia mereview kualitas makanannya dari segi rasa, teknik masak, penyajian, dan sebagainya secara positif, maka besar kemungkinan orang2 akan datang ke tempat itu.... Bagaimana jika pemiliknya tahu?

Blogger mungkin tidak seterkenal reviewer di TV karena kerjanya di balik layar. Bukan berarti juga bahwa blogger tidak bisa terkenal... Nah,, bila mengambil contoh kasus Pa Bondan dengan kata-kata sakti "maknyus"nya bisa mendatangkan banyak pengunjung suatu restoran, maka orang seperti Pa Bondan ini bisa jadi malah dicari pemilik restoran.

Contoh kedua, saya bayangkan seorang Urban Sketcher asal Spore, yang -saya asumsikan berdasarkan post2 di blognya- senang koleksi sketsa coffee shop di Spore... Dia yang senang minum kopi, bisa menikmati kopi sambil menjalankan hobi. Kualitas gambarnya tidak perlu diragukan lagi. Saya bilang ekspresif. Sketsanya dijadikan set prangko di Spore baru-baru ini. Yang jadi pertanyaan... Apakah para pemilik coffe shop meminta dirinya datang untuk menggambar coffee shopnya?

eh..eh.. apa si pemilik coffee shopnya tahu bahwa dia senang minum kopi dan mengoleksi sketsa coffee shop?

Merry Christmas 2015!