Friday, September 20, 2013

My Help Comes from the Lord



"Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu" Maz 17:8


Rabu, 18 Sept 2013

Hari itu tidak ada jam mengajar. Tenaga pengajar yang ada diminta membantu menjadi pengawas ujian sesuai jam mengajarnya. Saya (akan) kebagian dua shift, karena saya mengajar jam pagi dan siang. Selesai ujian pertama, ternyata guru yang ada sudah cukup meng-cover semua. Waktu sisa saya pakai untuk mengobrol dan tukar pendapat dengan guru-guru lain yang tidak mengajar di lobi sekolah.


Selesai itu, kami bertiga, saya Mr. F dan Mr. P jalan kaki ke Istana Plaza untuk makan siang, mencoba “saung” makanan Jepang yang dibuka Mr. F di IP, Tokyo Addict. Diskon? Tentu! :P (tengkyu Mr. F!). Dia bahkan yang melayani langsung saya dan Mr. P. Selama makan pun kami masih ngobrol-ngobrol tentang makanan! :D


Sebelum makanan datang, saya dan Mr. P menunggu di meja sambil menunggu Mr. F melayani customer. Kami berdua didatangi mba-mba berkerudung. Ia mengaku dari Yayasan Kanker bla-bla-bla(saya ngga ingat). Ia bertanya apakah kami mengetahui tentang yayasan tersebut sambil mengeluarkan booklet. Ternyata ia sedang ‘promosi’ minta bantuan donasi ditukar dengan booklet tadi yang isinya katanya kupon-kupon restoran. Kupon diskon dst.


Saya melihat-lihat (agak kepo restoran/tempat makan apa saja yang ikutan) sambil ia cerita-cerita tentang yayasan tadi (yang saya ngga dengar sedikitpun). Belum selesai dia bicara, saya terkejut tiba-tiba kami didatangi dua orang satpam (memegang senpi!) dan dua orang berkemeja berdasi. Yang satu dengan tas selempang, yang satu lagi dengan handy talkie. Orang dengan HT menyuruh mba-mba tadi membereskan booklet yang ada di meja, lalu digiring oleh satpam. Entah dibawa ke mana. Tak lama makanan datang. Sluurpp.


Yeah. Penipuan.


Sangat tidak sulit untuk mengucap syukur karena selalu saja ada hal-hal yang menjadi alasan untuk bersyukur. bebas perut lapar, bebas mahal, bebas dari aksi penipuan pulak.  

Thank you Lord!



I lift up my eyes to the hills
Where does my help come from
My help comes from the Lord
My help comes from the Lord
My help comes from the Lord
Maker of heaven and earth

(Don Moen – My Help Comes from the Lord)

God Bless Indonesia!

Wednesday, September 18, 2013

Surprise 1: J and J

J & J

Jadi, dari cerita tentang Surprise : Hills Conf 2013 minggu lalu, dua orang kakak beradik (sebenarnya bertiga) ini yang saya temui di Surprise 1.

Orang yang saya temui 'sekilas' di Bandung, kemudian baru ketemu lagi saat conference hari ke-2.

Karena belum pernah ketemu, satu-satunya clue waktu itu adalah "orang yang nyalain LCD". 

Sebutan itu muncul waktu kebaktian beberapa minggu sebelumnya, proyektor yang mati saat kebaktian harus dinyalakan manual karena remotenya tidak merespon. Saya diminta membantu untuk menyalakan proyektor yang dipasang di plafon ruangan -karena tinggi badan-. Thank you Lord, badan tinggi ini ada gunanya.

God Bless Indonesia!

The Calling


Point of View


Suasana saat itu sangat riuh rendah. Ia melihat sekelilingnya, seperti berada di sebuah stadion berbentuk arena dengan tribun penonton yang bertingkat. Ia maju dan lebih mendekat ke pinggir, berpegangan erat agar tidak jatuh, ternyata ada di tingkat ke tiga atau keempat. Anak itu sadar berada di posisi yang cukup tinggi. 

Setelah berada di pinggir, ia melihat semua bagian tribun tampak sangat dipadati orang-orang. Orang-orang sebaya di tribun yang sama dengannya pun banyak yang mendekat ke pinggir untuk melihat keadaan sekeliling lebih jelas. Di atas mereka pun ternyata masih ada beberapa tingkat lagi, tapi anak itu tidak bisa melihat terlalu jelas. Ia hanya bisa melihat orang-orang yang berada jauh di seberang tempat duduknya. Semakin ke bawah ia hanya melihat orang-orang yang lebih tua, sedangkan ke atas ia melihat sepertinya berusia di bawah dirinya.

Di bagian paling bawah arena, ia melihat ada cukup banyak pintu masuk yang mengelilingi arena. Ia melihat sesekali-beberapa kali orang-orang berjalan keluar melalui pintu ini ke arah tengah arena. Disana terlihat seperti ada panggung/stage yang beringkat-tingkat juga. Meskipun begitu, tingginya tidak mencapai tinggi tribun pertama.

Orang-orang seperti menunggu giliran untuk naik ke atas panggung. Dari paling bawah ke panggung pertama, dari yang pertama ke dua, dan seterusnya. Ia melihat ada juga orang-orang yang turun dari tangga di ujung lainnya. Ada pula yang kelihatannya diam di tingkat panggung tertentu.

Panggung sebesar itu tidak pernah terlalu penuh atau terlalu kosong. Setiap ada orang yang naik atau turun, orang-orang disekitarnya seperti bersukacita bertepuk tangan, bersorak-sorai. Ia tidak bisa mendengar jelas hanya menilai dari gesture dan gerakan orang-orang di bawah. 

Sampai satu saat anak ini mendengar suara seperti bel/terompet dibunyikan. Suara ini seperti yang pernah didengarnya. Mendadak suasana arena semakin riuh dari sebelumnya. Ternyata suara ini didengar juga oleh semua orang di arena adari tribun bawah hingga paling atas. Sebelum suara itu berhenti, ia dan orang-orang di sekitarnya mulai bergerak, tampak harus melakukan sesuatu. Entah mengetahui dari mana, tapi dalam hatinya merasa bahwa suara ini merupakan tanda panggilan buat semua orang untuk turun, menuju panggung utama di bawah. Sama seperti seorang ayah memanggil anaknya.

Saatnya tongkat estafet berpindah tangan...

Friday, September 13, 2013

Bandung Sketchwalk 1 : Gedung Pos (Alun-alun)




Tahun ini, mulai di bulan April, saya mencoba ikut Bandung Sketchwalk. Event yang kemudian saya tahu digagas Mas Ichsan, Pa Thamrin, dan Mas Apep ini merupakan kelanjutan dari acara kumpul-kumpul sebelumnya. Sebuah acara urban sketcher, merekam kejadian yang dilihat lewat sketsa.


Pit Stop pertama : Bank Mandiri (seberang Pos)
Di pertemuan pertama ternyata peminatnya cukup banyak, sekitar 80-90 orang! Acara jalan pun dibagi tiga kelompok. Event pertama, saya ikut dengan beberapa teman kuliah. Dari sini saya sendiri banyak belajar bagaimana masing-masing orang merekam kejadian yang dilihat. Ada yang begitu ekspresif sampai begitu kaku dengan aturan/teknik gambar (kaya saya haha).
Pit Stop kedua : Jl ABC


7 April 2013

Bandung Sketchwalk I (BS 1), diadakan pertama di daerah alun-alun Bandung. Setelah sedikit pembukaan oleh Mas Ichsan ( yang selama ini saya hanya tahu namanya dari buku Bandung in Watercolor dan karya2nya di Facebook) dan Mas Thamrin, peserta dibagi kelompok.


Pit Stop terakhir : Jl Dulatip - Belakang Pasar
Saat itu saya dan teman bergabung dengan kelompok Mas Apep.Berhenti di seberang Ged Pos untuk menggambar. Melanjutkan ke Jalan ABC dan Dulatip sampai akhirna berhenti di Rumah Seni Sarasvati untuk melihat karya-karya yang dibuat. Semua sketsa dijepret oleh Mas Sapto kemudian ditampilkan lewat proyektor. Tidak ketinggalan Mas Thamrin yang sedikit berbagi pengalamannya ketika mengikuti Sketccrawl di Thailand.


Dari foto-foto itu saya mengenali beberapa urban sketcher yang sering saya ‘pantau’ dari blog Urban Sketcher, seperti Tia Boon Sim atau Paul Wang, mereka urban sketcher dari Singapura.
Enam jam acara sejak pagi sangat tidak terasa. Bandung Sketchwalk 2? Jelas akan ikut lagi…


God Bless Indonesia!

Thursday, September 12, 2013

Brian Houston

Brian Houston
(senior pastors of Hillsong Church)

As a leader, Pastor Brian Houston is highly regarded for his boldness, innovation and vision. As a church pastor, he is well respected for his passion for the cause of Christ and the local church, and for preaching messages that change mindsets and ministries. But at HOME - Hillsong Church – Pastor Brian is most loved for being the ‘dad of the house’ - a pastor who loves God and people, and a speaker of life who declares, ‘The best is yet to come’.


"I have two great passions: one is to build the Church of Jesus Christ and the other is to lift the lives of people and help them fulfil their potential in life"
--Brian Houston

www.hillsong.com



Wednesday, September 11, 2013

Surprise : Hillsong Conference 2013



Hillsong Conference 2013 Opening

I want it!

Tahun ini saya mendapat kado luar biasa, Hillsong Conference 2013. Saya coba ceritakan sedetil mungkin setiap tahap perjalanannya yang saya lihat betapa Tuhan ikut campur dalam segala persiapannya.


Akhir tahun 2012 - awal tahun 2013 saya sempat membayangkan bila bisa ikut Hills Conference tahun ini yang saya lihat banyak pembicara dan bintang tamu keren-keren : Kari Jobe, Leeland, TD Jakes, Craig Groeschel, Joel Osteen, Judah Smith, dll. Beberapa kali hanya menonton potongan khotbah conference hillsong lewat channel rohani di tv kabel.


Setelah seorang teman mengajak pergi, saya putuskan untuk akan pergi sambil cari-cari info dan mengajak teman lain yang mau pergi juga. Dia bantu untuk persiapan-persiapan juga.

If you really want something, God will make a way 

Surprise

*Saya sebut surprise karena hal-hal inilah yang terjadi yang membuat saya merasa terkejut, seperti ada yang ikut campur. Saya tahu pasti Tuhan yang turun tangan*

Tuhan memang senang memberi kejutan.


Surprise 1:

Tidak tahu ada yg bisa ditanya, jadi saat itu (saya lupa kapan pastinya). Setelah kebaktian youth gereja, saya bertanya ke Ko A, ketua youth, apakah ada yang mau ikut/pernah ikut ke Hillsong Conference.


“Ada!”. Saya kaget juga. “Coba tanya sama J” yang kemudian saya tahu JoEA. Tanya-tanya sekilas tentang acaranya, kemudian ia menyarankan untuk tanya-tanya langsung dengan cicinya JeEA. Orang yang sama sekali belom pernah ketemu, lihat mukanya saja belum pernah. 


Pada awalnya saya agak ragu juga apa dia mau menjawab pertanyaan2 orang yang ngga dikenal. Punya teman yang kenal saja kadang masih suka susah ditanya, apalagi yang ngga kenal? Thanks God, dianya mau menjawab pertanyaannya J. Akhirnya saya sedikit banyak nanya-nanya juga, termasuk urusan cuaca. Saya cuma bilang dalam hati, oo God bless this person!

Saya baru ketemu di conference hari ke-2 dengan kakak beradik ini. 


Apa yang saya dapat? Waktu saya merasa pasrah ngga ada yang bisa bantu beri info, bahkan merasa bertanya ke Ko A ngga ada gunanya, justru saat itulah jawabannya datang. Apa yang terjadi kalau waktu itu saya tetap diam diri dan ngga bertanya?



Surprise 2:

Cari-cari tempat tinggal selama disana, thanks buat Om R dan Tan H, yang menawarkan untuk stay di rumahnya selama seminggu di Sydney. Kamar lengkap dengan selimut tebal dan penghangat ruangan. Lebih lagi, mereka yang jemput dari bandara saat datang dan mengantar ke bandara waktu pulang.


Sehari sebelum conference mulai, belajar dulu jalur kereta ke Olympic Park sampai melihat Allphones Arenanya, tempat conference. Mengantar ke stasiun kereta pagi-pagi kemudian menjemput ke stasiun malamnya setelah selesai conference. Segala perhatian membawakan bekal untuk conference – bahkan saking banyaknya harus dimakan dua ronde. Segala treat napak-tilas ke Max B, Hurricane, HongHa, Meet Fresh, semuanya.


Ucapan terima kasih jelas sangat ngga cukup membalas pengalaman selama di Sydney. Oo, God bless this family abundantly!



Surprise 3:

Surprise 3 datang waktu mengurus visa ke Aussy. Ko A, membantu ngasih kontak orang kenalannya di sebuah travel agent. Dalam proses ini, Ko A bantu untuk mengurus beberapa berkas-berkas untuk visa. Semuanya berjalan lancar, saya memberi kabar ke Ko A kalo visa sudah keluar beberapa hari sebelum keberangkatan. Thanks God! I stand in awe!

Saya bilang “thank you”, mengabari lagi sebelum berangkat dan minta dukungan doanya. Dia masih beri saran-saran “how-to” selama disana. Oo, God bless this man!



Surprise 4 :

Terjadi di bandara saat mau berangkat. Ruang tunggu cukup penuh. Ternyata ada penerbangan yang di delay. Saya hanya menduga mungkin beda airline dan pesawatnya belum datang. Pesawat saya dengan tujuan yang sama tidak delay sama sekali. Bahkan berangkat dan sampe on-time! Sampai sekarang saya masih tidak tahu kenapa bisa begitu. Saya hanya bisa doa, “Thank you Lord!”



Surprise 5:
Touchdown, Sydney lagi hujan. Om Rob dan Tan Mi yang jemput. Keluar bandara, langsung tarik napas, udara winternya enak banget!! Mereka bilang bahwa seminggu terakhir Sydney hujan setiap hari dan sepanjang hari dan masih akan hujan hari-hari selanjutnya. Sehari sebelum conference, hujan! Tapi waktu latihan track kereta, hujan berhenti! Baru hujan lagi malam harinya. 

Saya cek ramalan cuaca, memang ditulis akan hujan. Tapi…selama satu minggu conference, tidak pernah hujan sekalipun! Om Rob n Tan Mi pun bingung. Waktu ngobrol dengan peserta conference lain bilang hal yang sama. Pembicara saat sesi kelas pun bilang hal yang sama, kejadian yang mengherankan bisa cerah selama seminggu! Amazing.

Surprise 6:
Selama acara saya hanya berdoa Tuhan beri kepekaan supaya saya bisa menangkap sampai hal terkecil. Yes, saya sangat terberkati lewat firman atau lewat kesaksian teman-teman di conference.

Surprise 7 :
Saat ketemu dengan JeEA di hari kedua conference, saya berkenalan dengan beberapa temannya di Sydney, Fa, D, Fe, St yang ternyata dari Indo juga. Singkat cerita, ngobrol punya ngobrol ternyata saya dan D punya passion pelayanan yang saling melengkapi. Itu pun baru sadar di conference hari terakhir! Yes, D, semoga bisa kita realisasi bareng-bareng. Meanwhile, sukses preparation weddingnya dengan Fa!

Merry Christmas 2015!