Sunday, March 15, 2009
jaman nuh dulu
Friday, March 13, 2009
Monday, March 09, 2009
akreditasi ~ seberapa guna?
Sebenarnya, apa sih yang dilakukan saat suatu sekolah atau universitas atau lembaga pendidikan lainnya diakreditasi pemerintah?
Berikut gambaran apa yang terjadi saat akreditasi sekolah (SMP)..
Jadi, pihak/tim akreditasi itu, sudah membawa beberapa lembar kertas yang sudah dibundel satu-satu. Satu bundle untuk satu sekolah. Di dalam kertasnya sudah tersedia kolom2 untuk dilakukan ceklist-ceklist tentang macam-macam mengenai kelengkapan sekolah. Baik dari administrasi (data-data), kelengkapan fasilitas, peralatan, dsb-nya. Bila ada, dia contreng, bila tidak ada ya tidak dicontreng. Penilaian sekolahnya, berdasarkan jumlah contreng-an yang didapat. Jadi, sebenarnya, tim akreditasi itu bisa dibilang “tidak melakukan apa-apa”, dia hanya mencontreng-contreng berdasarkan apa yang tersedia di sekolah itu. Hanya saja, penilaian seperti ini kan tidak bisa mengukur kelengkapan antara sekolah satu dengan yang lain.
Lanjutan dari yang sebelumnya, sebenarnya akrediatasi seperti ini hanya distandardisasi untuk sekolah negeri. Mnegapa? Sekolah saya swasta, karena pihak yayasan ingin menjadikan sekolah dengan standar nasional, maka mereka memerlengkapi sekolah dengan berbagai fasilitas dan kegiatan-kegiatan yang merupakan kerja sama dengan pihak2 lain. Ada pula mengadakan kegiatan-kegiatan rutin seperti perlombaan-perlombaan teknolgi. Akan tetapi, hal-hal semacam tadi tidak tersedia di “kolom”nya di lembar si akreditor. Nah kalau begitu? Katanya yaa tidak bisa dimasukkan karena tidak tersedia di sini. Hah? Bagaimana bisa? Tidak ada catatan sedikitpun mengenai “keistimewaan” ini. Dianggap tidak ada. Begitu hasilnya keluar, yaa akreditasi SMP gw bisa sama dengan suatu smp negeri di antah berantah.
Entah bagaimana “kisah”nya lagi di universitas ini. Tapi, menjelang masa-masa akreditasi, dosen-dosen memang terlihat sangat sibuk “memersiapkan” segalanya. Takut kalau-kalau akreditasinya turun.
Gw justru memertanyakan, apa gunanya akreditasi? Toh akreditasi tidak membuktikan bahwa lulusannya selalu yang terbaik. Justru system pendidikan di dalamnya yang lebih menentukan, termasuk kualitas para pengajar.
Sunday, March 08, 2009
bagaikan bejana
Inilah hidupku di tanganMu
Bentuklah seturut kehendakMu
Pakailah sesuai rencanaMu
Ku mau seperti-Mu Yesus, disempurnakan selalu. Dalam setiap jalanku memuliakan namaMu
Lagu ini hamper dinyanyikan setiap minggu saat PA (pemahaman Alkitab) SMP. Akan tetapi gw baru bisa memahami artinya saat dibangku kuliah.
Ketika segumpal tanah liat dibentuk oleh seorang pengrajin menjadi sebuah bejana, pengrajin itu akan membentuk tanah liat itu menjadi sebuah bejana yang berharga, yang tidak akan mengecewakan pelanggan ketika membeli barang hasil kerajinannya. Selagi membentuk, ia sekaligus membuang kerikil-kerikil yang bercampur dengan tanah laitnya. Kerikil-kerikil ini bisa membuat tanah liat tidak menyatu dengan benar saat dikeringkan, sehingga membuatnya mudah pecah.
Lagi, bejana tanah liat mudah dibentuk. Ketika seorang pengrajin menginginkan sebuah bejana dengan daya tamping yang lebih besar, maka ia akan menambahkan lagi gumpalan tanah liat dan membentuknya lagi denga kapasitas yang lebih besar.
Sama halnya dengan manusia, apa yang telah ditulis dalam Alkitab. Tuhan sudah memercayakan kepada kita dengan suatu takaran tertentu. Sekarang, tinggal bagaimana setiap manusia menggunakan kapasitas yang sudah Tuhan kasih? Pasti, bila Tuhan melihat anak-Nya memenuhi kapasitasnya, Dia akan menambah lagi tanah litany dan mulai membentuk lagi untuk kapasitas yang lebih besar. Hanya, bagaimana dari kitanya?? Mau puas dengan kapasitas yang segitu-segitu aja?
one voice : me
Ngga melulu menyoal tentang harta (benda)… Sesungguhnya, kesehatan (yang tampaknya kasat mata) pun adalah harta yang paling berharga. Tanpa kesehatan kita ngga bisa mendapatkan harta (baca nafkah). Masih banyak hal2 lainnya…
Dia pegang SETIAP komitmen yang gw keluarkan. Kenapa gw bisa bilang begitu? Karena gw udah mengalaminya, sering. Sering? Apa yang gw pernah minta waktu dulu, gw dapatkan sepanjang waktu setelah gw minta, meskipun itu di dalam hati. Ini beberapa contoh nyata…
Pertama, sewaktu kecil dulu, gw melihat betapa tingginya kulkas yang ada di rumah. Susah sekali rasanya untuk mengambil barang di atas sana. Apalagi ketika mati lampu (lilin dan korek api biasanya ditaro di atas lemari es). Saat itu gw berkata di dalam hati, minta ke Tuhan kalau gw pengen punya tinggi badan setinggi kulkas di rumah (kulkasnya masih ada di rumah sampai saat ini, kira2 170 cm), nyatanya tinggi badan gw sekarang 180cm. Saat itu gw cempet ketakutan kalau tinggi badannya akan terus menerus bertambah. Akhirnya, sekitar 2,5 tahun lalu, gw minta supaya tinggi badannya ngga nambah lagi. Sejak itu, tinggi badan gw ngga pernah nambah lagi… Setelah diingat2, menjadi tinggi itu juga sebuah proses, kalau saja gw ngga mau menurut orang tua untuk minum susu dan calc, tentu ngga akan setinggi ini.
Kedua, waktu itu sma kelas ?,, gw mendengar khotbah bagaimana berbahayanya lidah ini. Jelas sekali apa yang ditulis Alkitab, bahwa lidah itu bagaikan pedang bermata dua. Jadi, lagi, gw minta, “Oke deh Tuhan, Andre mau supaya mulut ini lebih berguna.” Jadi, ada suatu waktu gw ga bisa sabar gara-gara dikata-katain, gw balas sekalian dengan omongan yang cukup menyakitkan juga. Seketika itu juga, orangnya diam dan…nangis. Gw ngga tau harus berbuat apa saat itu, yang teringat di kepala adalah bagaimana rasanya bersalah padahal baru saja membuat komitmen untuk jaga mulut? Meskipun hal itu sudah lewat, tapi ada “sesuatu” yang membekas tidak terlupakan…Kejadian yang terus terngiang ketika berbicara dengan orang lain, terlebih saat keadaan emosi…
Ketiga, hal lain terjadi lagi.. Semuanya di mulai sejak gw berkomitmen atau meminta kepada Dia. Tuhan bekerja secepat itu ya? Ngga salah…
Sepanjang sma, dari kelas 1 sampai kelas 3, gw tetap menjaga nilai-nilai rapor agar tidak merah, karena gw sudah dapet tujuan kuliah gw. Gw mau masuk pmdk ars unpar. Rencana gw, ketika pmdk (bulan November) hasilnya keluar, berarti gw bisa santai memersiapkan diri untuk UAN-nya. Karena dengan begitu, gw ngga perlu pusing-pusing untuk mikir ke mana gw akan kuliah. Tapi, jalan Tuhan lain.
Saat itu, selama 1-2 bulan terakhir atau bahkan lebih, SMA gw sedang memersiapkan kelengkapan data untuk akreditasi sekolah. Singkat cerita, pihak sekolah sampai kelupaan untuk mem-follow up berkas pmdk yang telah dikirim Unpar. Gw bener2 sangat marah dengan pihak sekolah saat itu. Karena setiap beberapa hari sekali gw selalu menanyakan tentang pengumuman pmdk itu ke sekolah. Singkatnya lagi, gw harus belajar gambar, matematika, dan bhs inggris lagi, yang TERNYATA sangat berguna untuk membantu persiapan menjelang UAN, dan bekal (skill) untuk memulai kuliah di ars, yaitu menggambar…
Itu hanya segelintir kisah dari sekianbanyak kisah2 lagi.. Jadi, bagaimana kisah/pengalaman Anda dengan Tuhan??
Wednesday, March 04, 2009
pasangan ~ sepatu
Jadi, kalau ada orang yang bertanya, “Bagaimana caranya memilih pasangan?”
Milih pasangan sama halnya kalau kita beli barang untuk kita pakai. Contohnya, sepatu. Sewaktu membeli sepatu, tentu kita mencari ukuran yang benar-benar pas dengan ukuran kaki. Bila sepatu yang dipilih tidak sreg dengan kakinya, di kemudian hari pasti malah kaki kita yang jadi korban. Lecet-lecet lah, luka lah, ngga enak dipake jalannya, kaki jadi cepet pegel-pegel, dsb.
st. lucia choir
Setelah sekian lama,, akhirnya gw untuk pertama kalinya datang ke sebuah konser choir…
Kenapa sampe harus dating?? Apakah emang segitu “wah” nya?? Padahal awalnya ikut nonton konser ini karena ada teman2 sejurusan yang ikut tampil. Ada sebagai penyanyi, pemain music, dan sampai konduktornya. Yang terpenting lagi… gratis tentunya..^^
Sebelumnya, gw hanya pernah mendengar PSM (Paduan Suara Mahasiswa) Unpar yang mengisi acara pembukaan Orientasi Siswa Gabungan pas awal-awal masuk kuliah dulu. Mereka menyanyikan Hymne Unpar. Hmmmm… waw keren banget suaranya. Oke,, itu cukup menjelaskan kenapa PSM Unpar bisa “jalan-jalan” ke luar negeri untuk ikut lomba-lomba padus. Langganan menang juga.
Hari ini, St. Lucia mengadakan konser “Harmony of Love” di GSG Unpar. Membawakan lagu-lagunya dengan apik. Menurut gw performanya bagus, hanya saja saying,, kurang lama…;p
Jadi, kalau untuk gw takaran segini aja udah bagus, gimana yang PSM Unparnya yah yang banyak orang bilang lebih bagus?? Jadi ngga sabar pengen liat konser PSM…;p
-
setelah beberapa kali mencoba, saya merasa hal ini hanya membuang-buang waktu dan skill...kecuali uang hasil komersilnya... Bukannya tidak b...
-
Shadow of Arkodeko Faces come and faces go But none seem to look my way And walls have stood and walls have fallen But my heart seems to wai...
-
Saya punya cerita panjang tentang hal ini… yaa cenderung argumentatif.. Kasih dalam konteks storge diartikan bagi kasih dalam relasi antar k...