Friday, March 22, 2013
Kwik Kian Gie
KKG dilahirkan pada bulan Januari tahun 1935 di kota sangat kecil, Juwana, di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Setelah menamatkan pendidikan SMA-nya, KKG melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama setahun untuk tingkat persiapan. Kemudian di tahun 1956, beliau melanjutkan studi pada Nederlandsche Economiche Hogeschool, Rotterdam, Belanda (1956-1963).
Tahun 1963-1964 KKG bekerja sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar RI di Den Haag. Setahun kemudian menjadi Direktur Nederlands-Indonesische Goederen Associatie (1964-1965), yang bubar sebelum operasional. Lima tahun selanjutnya menjadi Direktur NV Handelsonderneming “IPILO Amsterdam”.
Di tahun 1970 KKG kembali ke tanah air. Selama setahun ia sempat menganggur. Di tahun 1971, beliau terjun ke dunia bisnis; bersama-sama dengan Ferry Sonneville dan Dr. Indra Hattari beserta kawan-kawan lainnya, dia mendirikan PT Indonesian Financing & Investment Company. Perusahaan ini adalah lembaga keuangan non bank yang pertama berdiri di Indonesia. Ketika itu perusahaan tersebut didirikan tanpa izin, karena pemerintah belum mempunyai peraturan tentang organisasi usaha semacam ini.
Setelah itu beliau terlibat dalam pendirian dan pengurusan berbagai perusahaan, selalu bersama-sama dengan rekan-rekannya, antara lain PT Altron Panorama Electronic, PT Jasa Dharma Utama, PT Cengkih Zanzibar, dan PT ABN Amro Finance.
Sejak duduk di bangku SMA, beliau sudah mengetahui apa yang dikehendaki dalam hidup. Dalam wawancaranya kepada media tertentu KKG mengatakan bahwa sejak di bangku SMA beliau merasa bahwa kehadirannya di dunia hanya berarti kalau karyanya bermanfaat buat orang banyak. Perwujudan yang konkret ialah kalau beliau berhasil ikut serta dalam penyelenggaraan negara dan/atau pendidikan. Di tahun 1954 beliau mendirikan SMA Erlangga di Surabaya, dan beliau menjadi murid kelas 3 SMA tersebut, yang lulus di tahun1955. Di tahun 1968 menjadi anggota pengurus Yayasan Trisakti sampai sekarang. Di tahun 1982 bersama-sama dengan Prof. Panglaykim mendirikan sekolah MBA yang pertama di Indonesia, yaitu Institut Manejemen Prasetya Mulya. Di tahun 1987 bersama-sama dengan Djoenaedi Joesoef dan Kaharuddin Ongko mendirikan Institut Bisnis dan Infomatika Indonesia (IBII).
Dalam bidang penyelenggaraan negara KKG mulai karirnya sebagai staf lokal pada KBRI di Den Haag yang mempekerjakannya sebagai Asisten Atase Kebudayaan dan Penerangan.
Sekembalinya di tanah air, beliau menggeluti dunia bisnis, sambil sudah menulis di berbagai media massa tentang ekonomi dan politik. Di tahun 1987 beliau bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia yang ketika itu Ketua Umumnya Drs. Soerjadi. Dalam tahun yang sama dia mewakili PDI sebagai anggota Badan Pekerja MPR.
Ketika Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan, KKG menduduki jabatan Ketua DPP merangkap Ketua Badan Penelitan dan Pengembangan di dalam PDI.
Sebagai kader PDI Perjuangan, KKG menjadi Wakil Ketua MPR RI, Menko EKUIN, Anggota Komisi IX DPR RI dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Untuk semua karyanya, KKG memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana RI.
Sejak tahun 1980 KKG sangat aktif menulis di berbagai media massa, memberikan paparan dalam berbagai seminar dan talk shows di televisi.
sumber : kwikkiangie.com
Tuesday, February 26, 2013
Joko Widodo aka Jokowi
Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 51 tahun), atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia.
Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
PERJALANAN AWAL
Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai pekerjaan menggergaji di umur 12 tahun. Penggusuran yang dialaminya sebanyak tiga kali di masa kecil mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Walikota Surakarta saat harus menertibkan pemukiman warga.
Dengan performa akademis yang dimiliki, ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya.
Selepas kuliah, ia bekerja di BUMN, namun tak lama memutuskan keluar dan memulai usaha dengan menjaminkan rumah kecil satu-satunya, dan akhirnya berkembang sehingga membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, Jokowi. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya.
KARIR POLITIK
Dengan berbagai pengalaman di masa muda, ia mengembangkan Solo yang buruk penataannya dan berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan. Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas luar negeri.
Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.
Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI tahun 2012. Karena merupakan kader PDI Perjuangan, maka Jusuf Kalla meminta dukungan dari Megawati Soekarnoputri, yang awalnya terlihat masih ragu. Sebagai wakil, Basuki T Purnama yang saat itu menjadi anggota DPR dicalonkan mendampingi Jokowi dengan pindah ke Gerindra karena Golkar telah sepakat mendukung Alex Noerdin sebagai Calon Gubernur.
Dan akhirnya pada 29 September 2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi - Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI yang baru untuk masa bakti 2012-2017.
sumber: Wikipedia
Basuki Tjahja Purnama aka Ahok
PERJALANAN AWAL
Basuki T Purnama (BTP) yang akrab dipanggil Ahok lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur.
Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.
Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung–menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, Basuki menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelolah mineral selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.
Untuk itu Basuki memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Mendapat gelar Master in Bussiness Administrasi (MBA) atau Magister Manajemen (MM) membawa Basuki diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Karena ingin konsentrasi pekerjaan di Belitung, pada tahun 1995 Basuki memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya.
Perlu diketahui, tahun 1992 Basuki mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Bagi Basuki, pabrik yang berlokasi di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagaimana mensejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat) dan juga diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Di sisi lain diyakini PT Nurindra Ekapersada memikili visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.
Berangkat dari visi seperti itulah pada tahun 1994, Basuki didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan Bapak alm Wasidewo untuk memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memamfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).
KIPRAH POLITIK
Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan dengan politik dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat. Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri, tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.
Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang dikenal dengan nama Kim Nam, memberikan ilustrasi kepada Ahok. Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk 2000 orang. Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.
Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat (Kong Hu Cu), keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.
Pertama-tama ia bergabung dibawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr. Sjahrir. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dengan keuangan yang sangat terbatas dan model kampanye yang lain dari yang lain, yaitu menolak memberikan uang kepada rakyat, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.
Selama di DPRD ia berhasil menunjukan integritasnya dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”.
Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya, yaitu dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telfon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari Yusril Ihza Mahendra.
Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, dalam waktu singkat sebagai Bupati ia mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya. Prinsipnya sederhana: jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus. Selama menjadi bupati ia dikenal sebagai sosok yang anti sogokan baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen. Dengan demikian ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan ini terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur di tahun 2007. Kesuksesannya di Belitung Timur tercermin dalam pemilihan Gubernur Babel ketika 63 persen pemilih di Belitung Timur memilih Ahok. Namun sayang, karena banyaknya manipulasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, ia gagal menjadi Gubernur Babel.
Dalam pemilu legislative 2009 ia maju sebagai caleg dari Golkar. Meski awalnya ditempatkan pada nomor urut keempat dalam daftar caleg (padahal di Babel hanya tersedia 3 kursi), ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dan memperoleh kursi DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.
Selama di DPR, ia duduk di komisi II. Ia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR ia menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ia bisa dikatakan sebagai pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui websitenya. Sementara itu, staf ahlinya bukan hanya sekedar bekerja menyediakan materi undang-undang tetapi juga secara aktif mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Saat ini, salah satu hal fundamental yang ia sedang perjuangkan adalah bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu-individu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah.
Ahok berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bergantung pada apakah individu-individu idealis berani masuk ke politik dan ketika di dalam berani mempertahankan integritasnya. Baginya, di alam demokrasi, yang baik dan yang jahat memiliki peluang yang sama untuk merebut kepemimpinan politik. Jika individu-individu idealis tidak berani masuk, tidak aneh kalau sampai hari ini politik dan birokrasi Indonesia masih sangat korup. Oleh karena itu ia berharap model berpolitik yang ia sudah jalankan bisa dijadikan contoh oleh rekan-rekan idealis lain untuk masuk dan berjuang dalam politik. Sampai hari ini ia masih terus berkeliling bertemu dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan ini dan pentingnya memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional.
Di tahun 2006, Ahok dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan; bukan politik instan yang sarat pencitraan.
Tahun 2012 nama Ahok kian mencuat karena dipilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI-P dan Gerindra, setelah melalui dua tahap Pemilukada, akhirnya pasangan Jokowi-Basuki ditetapkan sebagai pemenang dan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 pada 15 Oktober 2012.
sumber : www.ahok.org
Basuki T Purnama (BTP) yang akrab dipanggil Ahok lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung Timur.
Ia melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMU) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.
Setelah menamatkan pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989, Basuki pulang kampung–menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT Timah.
Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, Basuki menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelolah mineral selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.
Untuk itu Basuki memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Mendapat gelar Master in Bussiness Administrasi (MBA) atau Magister Manajemen (MM) membawa Basuki diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Karena ingin konsentrasi pekerjaan di Belitung, pada tahun 1995 Basuki memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya.
Perlu diketahui, tahun 1992 Basuki mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Bagi Basuki, pabrik yang berlokasi di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagaimana mensejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat) dan juga diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Di sisi lain diyakini PT Nurindra Ekapersada memikili visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.
Berangkat dari visi seperti itulah pada tahun 1994, Basuki didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan Bapak alm Wasidewo untuk memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memamfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).
KIPRAH POLITIK
Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan dengan politik dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat. Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri, tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.
Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang dikenal dengan nama Kim Nam, memberikan ilustrasi kepada Ahok. Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk 2000 orang. Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.
Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat (Kong Hu Cu), keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.
Pertama-tama ia bergabung dibawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr. Sjahrir. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dengan keuangan yang sangat terbatas dan model kampanye yang lain dari yang lain, yaitu menolak memberikan uang kepada rakyat, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.
Selama di DPRD ia berhasil menunjukan integritasnya dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”.
Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya, yaitu dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telfon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari Yusril Ihza Mahendra.
Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, dalam waktu singkat sebagai Bupati ia mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya. Prinsipnya sederhana: jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus. Selama menjadi bupati ia dikenal sebagai sosok yang anti sogokan baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen. Dengan demikian ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
Kesuksesan ini terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur di tahun 2007. Kesuksesannya di Belitung Timur tercermin dalam pemilihan Gubernur Babel ketika 63 persen pemilih di Belitung Timur memilih Ahok. Namun sayang, karena banyaknya manipulasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, ia gagal menjadi Gubernur Babel.
Dalam pemilu legislative 2009 ia maju sebagai caleg dari Golkar. Meski awalnya ditempatkan pada nomor urut keempat dalam daftar caleg (padahal di Babel hanya tersedia 3 kursi), ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dan memperoleh kursi DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.
Selama di DPR, ia duduk di komisi II. Ia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR ia menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ia bisa dikatakan sebagai pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui websitenya. Sementara itu, staf ahlinya bukan hanya sekedar bekerja menyediakan materi undang-undang tetapi juga secara aktif mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Saat ini, salah satu hal fundamental yang ia sedang perjuangkan adalah bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu-individu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah.
Ahok berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bergantung pada apakah individu-individu idealis berani masuk ke politik dan ketika di dalam berani mempertahankan integritasnya. Baginya, di alam demokrasi, yang baik dan yang jahat memiliki peluang yang sama untuk merebut kepemimpinan politik. Jika individu-individu idealis tidak berani masuk, tidak aneh kalau sampai hari ini politik dan birokrasi Indonesia masih sangat korup. Oleh karena itu ia berharap model berpolitik yang ia sudah jalankan bisa dijadikan contoh oleh rekan-rekan idealis lain untuk masuk dan berjuang dalam politik. Sampai hari ini ia masih terus berkeliling bertemu dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan ini dan pentingnya memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional.
Di tahun 2006, Ahok dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan; bukan politik instan yang sarat pencitraan.
Tahun 2012 nama Ahok kian mencuat karena dipilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI-P dan Gerindra, setelah melalui dua tahap Pemilukada, akhirnya pasangan Jokowi-Basuki ditetapkan sebagai pemenang dan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 pada 15 Oktober 2012.
sumber : www.ahok.org
Tuesday, January 15, 2013
Jesus : The "lost" Story
Question please…
Ilmuwan atau peneliti Alkitab, selalu mengacu kepada keempat
Injil, Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes untuk mereferensi kehidupan Yesus.
Akan tetapi, seringkali menjadi pertanyaan mengenai kehidupan masa kecil Yesus
dan 40 hari setelah kebangkitan Yesus.
Mengapa masa
kanak-kanak Yesus tidak diceritakan?
Mengapa setelah
kebangkitan, Yesus masih berjalan-jalan di bumi 40 hari? Mengapa Ia tidak
langsung naik ke surga setelah Dia bangkit?
Apakah ceritanya hilang? Alkitab ngga lengkap? NO…
Yesus menggenapi
Taurat
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, jawabannya
sederhana. Berawal dari :
Mat. 5:17 ; “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datan untuk
meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan
untuk menggenapinya”
Ya, Yesus datang ke dunia untuk menggenapi Taurat. Bagaimana
hal tersebut bisa berhubungan?
Flashback ke zaman Musa, Allah menurunkan 10 Perintah lewat
perantaraan Musa. Saat itu Taurat dibuat dengan maksud agar manusia tahu mana
yang baik dan tidak baik. Manusia bisa membedakan apa yang baik untuk dilakukan
di depan Tuhan dan menjauhi yang dilarang. Di sinilah Allah mengenalkan kepada manusia
apa yang disebut sebagai dosa. Termasuk adat-adat kebiasaan untuk melakukan
hari-hari perayaan, dsb.
Jika diperhatikan di kitab-kitab Kejadian atau bahkan
Keluaran (sampai pada saat sebelum Musa mendapatkan 10 Perintah Allah), semua
kejadian sungut-sungut bangsa Israel (seperti ketika di Mara, Meriba, atau
ketika kelaparan) atau pelanggaran lain yang dilakukan, tidak dihukum oleh
Allah. Lewat Musa, Allah langsung memberi solusi buat mereka. Kenapa? Karena
saat itu manusia belum diperkenalkan dengan Taurat. Allah memang adil.
Apabila mereka bisa melakukan semua Taurat, mereka akan
selamat. Nah di sini terlihat bahwa tidak ada satu orang manusia yang bisa
memenuhi Taurat tersebut. Betapa sulitnya untuk mendapatkan keselamatan. Nah
disitulah akhirnya Yesus datang untuk menggenapi Taurat, seperti yang ditulis
Matius. Bukan sebagian, tetapi semuanya. Allah tidak akan mendustai
perkataanNya tentang hukum-hukum yang pernah dikeluarkan. Oleh karena itulah
Yesus harus menggenapinya.
Jadi, sejak kecil Yesus yang memang lahir di keluarga Yahudi
(lihat silsilah Yesus di Matius), hidup dalam aturan dan adat istiadat Yahudi.
Yesus disunat pada hari kedelapan, dst2. Jadi, tidak perlu bertanya apakah
Yesus melakukan 10 Hukum Taurat, karena Ia pasti melakukannya. Nah jika
diteliti (tidak saya jelaskan disini karena akan panjang lebar), maka adat
Yahudi tersebut selesai di usia 30.
Setelah selesai menggenapi itulah, maka Yesus baru datang
kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis. Saat itu juga, mengapa Allah berkata
“…kepadaNyalah Aku berkenan.” Karena Yesus-lah yang baru dan untuk pertama kalinya
menggenapi Hukum Taurat, yang tidak pernah tergenapi sebelumnya. Saat itu juga
Roh Kudus turun mengurapi Yesus.
Jadi #1…
Berdasarkan fakta di atas terjelaskan mengapa Yesus baru
memulai pelayananNya di usia 30 tahun. Karena Yesus harus menggenapi Taurat
dulu dan setelah dibaptis, Roh Kudus di dalam diriNya berkarya lewat
mujizat-mujizat sepanjang 3,5 tahun pelayananNya.
Jadi, kisah masa kanak-kanak Yesus tidak hilang. Kalau mau
tahu, bisa melihat kisah di kitab-kitab Taurat. Sama saja.
40 hari + 10 hari
Dasar jawaban pertanyaan ini masih sama. Yesus berada di
bumi 40 hari untuk menggenapi Taurat. Peristiwa Yesus pun terjadi menggenapi
Taurat dan perayaan-perayaan yang dilakukan bangsa Israel. Jadi, jika membaca
kronologis masa akhir Yesus bisa bolak-balik sambil membandingkan Perjanjian
Lama. Hanya saja, dalam PL, korban keselamatan ini menggunakan domba. Salah
satu sebutan Yesus pun Anak Domba Allah.
Apa yang disebut sebagai Taurat jangan diartikan sempit sebatas Hukum
yang diterima Musa saja. Akan tetapi termasuk aturan-aturan yang telah
diperintahkan Allah sebelum zaman Musa (misalnya, anak yang lahir harus disunat
pada hari ke-8 – aturan dari Allah kepada Abraham)
Namun, antara PB dan PL, tetap ada kesamaan dari kronologis
waktunya. Jadi, kenapa Yesus “baru” bangkit di hari yang ketiga? Kenapa Yesus
masih “jalan-jalan” di bumi 40 hari? Itu sangat berkaitan dengan penggenapan persembahan
korban di masa PL.
Keempat Injil di PB mempunyai tujuan penulisannya
masing-masing. Dari keempat Injil, Matius-lah yang paling getol untuk menghubungkan Yesus dengan PL. Alasannya, Matius
memiliki beban kepada bangsa Yahudi untuk mengenalkan Juruselamat yang
dijanjikan sejak zaman PL, bahwa Yesuslah Mesias Anak Allah, Juruselamat. Jadi,
lewat perbandingan-perbandingan itu, Matius terbeban untuk membuktikan bahwa
ini lho, Juruselamat itu telah
datang.
Namun, hal terutama dari keberadaan Yesus 40 hari adalah
menyatakan dan membuktikan kepada orang-orang bahwa Ia bangkit. Selama itu Ia
menampakkan diriNya kepada murid-muridNya, kepada orang-orang agar tahu bahwa
Ia tidak ‘hilang’ atau dicuri mayatNya, tetapi Ia benar-benar bangkit dari
kematian. Karena belum pernah ada orang yang bangkit sendiri kecuali
dibangkitkan Yesus pada saat pelayanan Yesus.
Sepuluh hari kemudian, Yesus menurunkan apa yang
dijanjikanNya, yaitu Roh Kudus sebagai penolong kepada murid-muridNya. Nah dari
situlah mulai terlihat karya Roh Kudus di dalam murid-murid Yesus lewat
pelayanannya di kitab-kitab selanjutnya di PB.
Kesimpulan
Justru hal yang terpenting untuk dipahami dan dimengerti
adalah bagaimana karya Yesus di salib. Ketika menerima Yesus sebagai Juruselamat, maka Yesus yang sama masuk
dan tinggal di dalam hati. Yesus yang telah menggenapi Hukum Taurat, Yesus yang
telah dikenan Allah, dan Yesus yang telah diurapi berada di dalam hidup kita
supaya kita pun dimerdekakan.
Manusia yang berdosa menjadi berkenan di hadapan
Allah karena Ia melihat Yesus yang ada di dalam hidup kita. Yesus datang
memberikan keselamatan untuk semua orang tanpa terkecuali.
Ketika seseorang telah membereskan persoalan dirinya dan
menerima Yesus, minta diri dibaptis agar hidup ini dipenuhi Roh Kudus. Roh yang
berkuasa dan luar biasa yang ada di dalam Yesus, kini ada di dalam hidup kita juga
supaya kita yang telah diurapi telah diberikan kemampuan dan kuasa untuk
menjadi berkat buat orang lain, agar orang lain mendapatkan jaminan keselamatan
di dalam Yesus.
Kini di zaman anugerah ini, sebenarnya Allah telah melakukan
‘sesuatu’ lewat Yesus di kayu salib untuk membereskan semuanya. Kini, setelah
masa Roh Kudus, saatnya bagian kitalah yang bekerja. Amin.
God bless.
God Bless Indonesia!
Monday, January 07, 2013
Gambar Kartun (1)
Seni dalam menggambar memang banyak
macam aliran. Setelah cukup banyak berlatih untuk menggambar arsitektur,
bangunan, landscape, suasana, dan lain-lainnya, saya mencoba untuk menggambar
kartun.
Tahun ini saya coba untuk merambah
pengalaman di dua bagian lain, yaitu kartun dan portrait/realis. Selama ini
saya ngga bilang spesifik itu kartun, selama ini saya lebih sering menyebutnya
“ilustrasi” saja. Bukan kartun seperti tokoh dan film anak-anak, tapi lebih
mengarah kepada ilustrasi suatu isu atau peristiwa.
Saya merasa kartun dan ilustrasi
sama saja. Oleh karena itu, kedua istilah di dalam cerita di bawah, saya anggap
sama saja.
Koleksi gambar kartun yang saya
bikin memang tidak banyak dan masih merupakan konsumsi pribadi saja. Paling
tidak saya post di FB sehingga keluarga atau teman bisa lihat. Saya masih tahap
belajar dari kartunis-kartunis terkenal. Ada kartunis/ilutrator yang saya temui
di FB, jago untuk menyampaikan kritik-kritik tentang pemerintah. Banyak
ilutrasi/kartun yang saya pelajari berasal dari luar (kan ada internet), dengan
variasi dan tendensi kartun yang bermacam-macam juga.
Lewat pengalaman (yang masih sangat
sedikit), saya mau sedikit share tentang gambar kartun/ilustrasi ini. Buat
teman-teman yang bertanya tentang ini.
__
Idenya dari mana sih?
Ternyata, banyak hal yang saya
senangi dari menggambar kartun. Membuat kartun menjadi sesuatu yang
menyenangkan untuk mengungkapkan kritik, komentar, dsb.
Setidaknya, menggambar ilustrasi
seperti itu melatih untuk terus berpikir dan mengeluarkan pendapat secara
kritis. Sumbernya, bisa macam-macam. Umumnya, berasal dari kehidupan
sehari-hari, peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar, isu-isu pop culture,
isu-isu poleksosbud (politik, ekonomi, sosial-budaya).
Ide-ide yang saya dapat untuk
menggambar bisa bermula dari gambar atau tulisan. Ide dari gambar seringkali
bermula dari corat-coret garis atau ide-ide kasar yang saya dapat kemudian saya
corat-coret dulu supaya ngga lupa. Setelah gambarnya di perbaiki supaya lebih
enak dilihat, barulah saya mencocok-cocokan kira2 isu apa yang cocok.
Ide yang datang dari tulisan,
biasanya muncul dari post-post teman di FB atau saya sengaja corat-coret
ide-ide di kertas sebagai pancingan. Misalnya saya tulis beberapa kejadian
menarik yang terjadi selama beberapa hari terakhir, atau isu-isu yang sedang
hangat di berita. Lalu, saya coba jabarkan masing-masing ide tadi. Diperinci
hal-hal apa saja yang berkaitan dengan ide atau apa saja yang saya gambar. Bisa
juga saya kaitkan dengan isu-isu yang berbeda sehingga seolah-olah berhubungan.
Ngga selalu ide-ide awal tersebut
berakhir ‘sukses’ dan menjadi sebuah kartun/ilustrasi final. Sepuluh ide yang
saya tulis mungkin hanya bisa final 1 atau 2. Kenapa ngga semua? Saya secara
pribadi merasa bahwa tidak semua ide-ide tersebut ‘pantas’ dikonsumsi secara
umum.
Ilustrasi untuk semua
Seseorang ngga bisa menyenangkan
semua orang. Sama halnya, ngga semua kartunis disukai masyarakat dan ngga semua
masyarakat menikmati kartun-kartun seorang kartunis. Setiap orang punya
kesukaannya masing-masing. Misalnya, saya melihat ada kartunis yang senang
menyinggung isu tertentu, tapi kartunis terkenal hampir bisa masuk ke semua
isu. Yaa ini bagaimana pengalaman kartunis untuk menyampaikan pesan lewat
gambar yang mudah dibaca, dimengerti, dan yang penting bisa diterima
masyarakat.
Saya mencoba mengelompokkan
tipe-tipe kartun/ilutrasi yang ada, dari sisi audiencenya :
1. Diterima oleh masyarakat dan pastinya
(para) kartunis lain.
Saya belajar dari kartunis-kartunis
di Amrik (yang berusaha mendapat penghasilan dari kartun yang masuk koran atau
majalah), mereka memang mencoba bekerja ‘tanpa-batas’. Artinya, segala ide mau
itu baik atau buruk, tulis saja dulu. Bisa saja dari menyinggung hal SARA atau
orang tertentu. Terserah editor media untuk menyaring kartun tersebut. Nah,
kerja sepertinya kerja editor di sini berusaha untuk memilih kartun/ilustrasi
yang bisa dinikmati masyarakat. Bukan yang asal-asalan.
‘paling mudah’ ya mengikuti ide-ide
atau berita yang sedang hangat dan gambar pun tidak menggunakan
asosiasi/perumpamaan yang terlalu jauh. Sekali atau dua kali lihat, bisa
dimengerti.
2. Tidak diterima masyarakat tapi
diterima kartunis.
Seperti saya sudah bilang
sebelumnya, kartunis yang saya mencoba bekerja tanpa batas. Ide-ide yang muncul
mungkin tidak bisa diterima orang kebanyakan tapi masih bisa diterima dan
dimengerti oleh kartunis lain.Iide-ide ini sebenarnya belum tentu ide yang
buruk, bahkan bisa merupakan ide yang luar biasa lucu.
3. Tidak diterima oleh kartunis-nya.
Tidak diterima masyarakat karena
sejak awal kartunis pun menolak. Seperti 10 ide yang saya corat-coret, tidak
semuanya final. Akhirnya, mungkin hanya 1 atau 2 gambar yang saya post di FB
atau jadi ilustrasi blog.
Biasanya sisa ide corat-coret yang
ngga terpakai saya buang, tapi karena saya pikir sayang juga hasil mikir
susah-susah dibuang, jadi saya simpan. Lagi, ide-ide yang saya tolak secara
pribadi mungkin belum tentu ide yang buruk bagi orang lain atau kartunis lain.
Mungkin karena saya masih pilih-pilih
untuk kartun yang digambar. Misalnya, untuk isu politik memang sangat banyak
untuk dijadikan ide. Tapi karena isu yang hot-nya tentang KKN, akhirnya saya
malas juga kalau harus berpikir tentang kritik2 terus tiap hari. Jadi saya agak
stop untuk hal-hal seperti itu. Kemudian, saya beralih untuk coba menggambar
dari sisi-sisi positifnya saja, seperti tentang Jokowi-Ahok.
4. Tidak diterima masyarakat juga
tidak diterima kartunis.
Ini bisa jadi merupakan kartun yang
buruk, benar-benar buruk dan kartun-kartun yang biasa-biasa saja. Entah gambar penyampaian,
ide, atau lainnya.
Share
Saya coba ambil beberapa gambar randomly untuk dishare… Belum tentu yang
terbaik, tapi tidak yang terburuk juga.
1. Bom Melon
Gambar ini saya buat September
2010, idenya datang ketika banyak kasus tabung gas LPG 3 kg yang meledak.
Tabung gasnya yang berwarna hijau, seringkali dibilang “Bom Melon”.
Seperti bom karena kebanyakan
masyarakat memang tidak tahu kapan tabung ini meledak. Memang banyak sebab,
apakah masyarakat yang tidak terbiasa pakai kompor gas atau pihak produsen yang
membuat barang cacat.
Gambar ini salah satu yang berawal
dari ‘tulisan’ (di berita). Saya gambar ilustrasinya secara langsung dengan
tabung gas yang dibuat menyerupai bom, lengkap dengan tali sumbunya. Saya tambah
dengan bayangan tengkorak imut (iyah
gitu? :P) di tabungnya, untuk mengingatkan bahwa kejadian-kejadian ini memakan
korban jiwa.
Untuk melengkapinya, saya coba buat
pantun :
Maksud hati memeluk gunung, apa daya Sinabung meletus
Maksud hati mencari untung, apa daya tabungnya meletus
Saya tidak sengaja mencari nama
gunung supaya sesuai dengan iramanya, tapi kejadian Bom Melon ini hampir
berbarengan (rasanya muncul lebih dulu) dengan meletusnya Gunung Sinabung. Sama
seperti tabung 3 kg yang terpaksa kehilangan harta bahkan nyawa karena tabung
gasnya meledak.
2. Cowo dan Cewe
Gambar ini pun muncul dari
‘tulisan’. Saya membaca post teman, MW di wall FB nya :
“Girl
you should with the man who love you, not the man you love”
Saya tidak tahu dari mana teman
saya mendapat kalimat itu, entah mengutip atau merupakan hasil obrolan dengan
teman-temannya. Dari kalimat itu, saya corat-coret kalimat-kalimat yang bisa
melengkapi. Lalu, saya ambil satu yang menurut saya paling bagus :
“Laki-laki
menang milih, perempuan menang menolak”
Yaa memang di jaman emansipasi
gini, boleh dong cewe yang melakukan agresi lebih dulu. Yaa ngga salah. Ide kalimat
itu berawal dari kebanyakan norma di masyarakat secara umum yang bilang bahwa
lebih baik bila cowo yang lebih agresif ketimbang cewe. Saya hanya mencoba
berpikir konvensional, bahwa perempuan harus mempertahankan harga dirinya,
seperti kebiasaan budaya dulu. Dulu belum dan ngga selalu berarti kolot.
Dari situlah saya muncul dengan ide
permainan yang dulu suka ada di pusat perbelanjaan. Masukkan koin, kemudian
gerakkan tuasnya, pilih barang yang mau diambil (kebanyakan isinya boneka). Di
sini saya membayangkan apa jadinya kalau boneka yang mau diambil bisa menolak
untuk diambil. Haha.
Gambar ilustrasi untuk Christmas
ini salah satu contoh juga yang muncul dari corat-coret gambar. Sayangnya,
gambar corat-coret ide awal itu saya buang. : (
Corat-coret awalnya, terjadi
beberapa tahap untuk mengubah angle/sudut gambar, benda-benda yang digambar,
dan apa saja yang harus digambar.
Draft yang final saya gambar ulang
dan finishing di kertas yang baru.
Saya ambil contoh beberapa karena
saya ingat kata-kata di kaos Joger, intinya : “Baik untuk kami, belum tentu
baik untuk orang lain”
Semoga share pengalamannya
bermanfaat. God Bless!!
God Bless Indonesia!
Thursday, January 03, 2013
Handbook of 2013
Sekitar 5 tahun lalu, teman saya 'mengenalkan' lagu-lagu rohani baru, Planet Shakers. Pada awalnya memang terasa 'agak aneh' musiknya. Mungkin karena tidak terbiasa. Jauh sebelumnya, saya memang lebih banyak mendengarkan Hillsong. Sekilas, menurut saya, Planet shakers punya aransemen lagu-lagu yang agak lebih nge-rock. Tapi toh dua-duanya sama-sama memberkati.
Ada salah satu lagunya PlanetShakers yang menguatkan sekaligus bernostalgia buat saya, liriknya begini,
You ask me why
Why I’m so different
Why I’m not the same as everybody else
Well something changed
It just happened
When I opened up my heart and let Him in
Jesus came in he came into my life
And I know, I never felt so good.
Cause everything’s changed, everything is different
Everything’s changed, everything is different
Now
You ask me how
How I can be sure
How I know it’s not just something else for fun
Cause He’s so real
So real in my life
He picked me up and turned my universe around
Everything, everything, everything in my life’s changed
Everything, everything, everything in my life’s different
(Everything's Changed - PlanetShakers)
Pertama kali mendengar lagu ini, saya seperti flashback apa-apa saja yang terjadi di tahun-tahun ke belakang.. Saya melihat hal itu seperti ada yang mengatur. Apa-apa yang terjadi saat itu, seperti sebuah proses yang saya rasakan hasilnya sekarang.
Awal tahun, HP diramaikan lagi dengan ucapan selamat di tahun yang baru dan segala doa dan harapan untuk tahun yang baru. Salah satu teman sejak kuliah, DN, menulis cukup panjang. Seperti sebuah resolusi yang panjang, tapi sangat menginspirasi karena punya kategori masing-masing... Waktu baca pun saya sangat terhibur dengan judulnya (yang saya pakai sebagai judul post di atas)
Saya coba share message-nya..
HEALTH
1. Make time to pray
2. Eat breakfast like a king, Lunch like a prince, and dinner like a beggar
3. Live with 3 E's : Energy, Enthusiasm, Empathy
4. Drink plenty of water
5. Play more games
6. Read more books than you did in 2012
7. Sit in silence for at least 10 minutes each day
8. Sleep for 7 hours
9. Take a 10-30 minutes walk daily and while you walk, Smile!
PERSONALITY
1. Don't over do. Keep your limits
2. Don't take yourself so seriously. No one else does
3. Don't waste your precious energy on gossip
4. Dream more while you are awake
5. Envy is waste of time. You already have all you need.
6. Forget issues of your past. Don't remind your partner with his/her mistakes of the past. That will ruin your present Happiness.
7. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others
8. Make peace with your past so it won't spoil the present
9. No one is in charge of your happiness except you
10. Smile and laugh more
11.You don't have to win every argument, agree to disagree
SOCIETY
1. Call your family often
2. Each day give something good to others
3. Forgive everyone for everything
4. Spend time with people even with who over the age of 70 and under of 6
5. Try to make at least three people smile each day
6. What others people think of you is none of your business
LIFE
1. Do the right thing
2. Good or bad a situation, it will change
3. No matter how you feel, get up, dress up, show up. The best is yet to come
4.When awake in the morning, thank GOD for it.
5. Your inner most is always happy. So, be happy.
DN, thanks buat tulisannya. Semoga makin wise, di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Kalaupun bukan tulisan sendiri, nice share gan... God Bless!
God Bless Indonesia! (Semoga makin banyak koruptor yang dipenjara)
Monday, December 31, 2012
Resolusi New Year 2013
Plan your work
New Year, New Resolutions
Apa
perlunya dan pentingnya resolusi sih?
Saya merasakan bahwa memiliki
banyak manfaat. Setelah beberapa tahun mengaplikasikan sendiri, setidaknya saya
memiliki target yang jelas per tahunnya. Entah itu target pelayanan, target pendidikan,
karir, dsb. Namanya juga re-solusi. Harus bisa jadi solusi.
Ketika dalam pembicaraan atau saya
bertanya, memang selalu ada saja yang berpendapat bahwa membuat resolusi/visi tidak
terlalu penting untuknya. Jika ditanya lebih lanjut, jawaban paling umum adalah
“Yaa nge-flow aja laah. Kenapa harus repot sih”.
Membuat resolusi bukan hal yang
gampang pada awalnya, ya betul. Saya pun harus belajar dan masih belajar. Ngga
semua orang merasa nyaman dengan hal itu. Ketika mau mencoba membuat resolusi
pertama kali pun, saya lebih banyak berpikir ini-itunya. Terutama, rasa takut
jika yang ditulis tidak tercapai. Tapi, membuat resolusi bukan untuk sebagian
orang, tapi semua orang.
Semua yang saya tulis setiap tahun,
bisa saja tidak semua terpenuhi. Yang belum terpenuhi itu bisa banyak macam
alasannya. Saya hanya percaya Tuhan punya rencana yang lebih baik daripada yang
saya tulis.
Beberapa tahun terakhir pun, saya
sangat bersyukur karena lewat resolusi itu saya menyadari apa yang saya terima
selama satu tahun tersebut jauh melebihi dari apa yang saya tulis di awal
tahun. God’s plan always happy ending.
Prioritas tahun 2012 untuk
menyelesaikan S2, selesai sudah. Tahun ini memasuki tahap baru.
Pelayanan
Banyak yang masih bisa dipelajari
untuk meningkatkan pelayanan tahun ini. Pembetukan karakter selama ini bukan
proses yang meng-enak-an. Termasuk membiasakan diri untuk membangun kehidupan
doa pribadi yang disiplin.
Mengajar
Selama proses 2010 - 2012, saya
merasa menemukan passion saya untuk mengajar. Oleh karena itu, ketika teman
saya bertanya apa yang saya lakukan ketika lulus, saya dengan yakin akan terjun
ke dunia akademik.
Semoga bisa mulai berkarir dalam
dunia pendidikan. Proses mengajar kecil-kecilan yang saya jalani selama ini
sepertinya merupakan proses yang Tuhan beri untuk belajar mengajar, public speaking.
Bahasa Inggris
Saya sadar betapa sulitnya belajar
bahasa. Meskipun agak lumayan secara pasif, tapi jauh untuk aktif. Tahun ini saya
targetkan untuk melatih bahasa inggris secara aktif (speaking and writing). Mungkin
belum terlalu PD untuk menulis blog dalam bahasa inggris, saya putuskan untuk
membuat catatan-catatan agenda atau catatan lainnya dalam bahasa inggris. Untuk
urusan tulisan-tulisan resmi dalam bahasa inggris pun saya lebih banyak minta
bantuan kakak saya yang lebih terampil urusan bahasa asing.
Untuk urusan speaking, kesempatan terbesar bisa jadi ketika mengikuti Arcasia
Bali 2012. Seorang teman kuliah (kini arsitek yang bekerja di Bali sekaligus
menjadi panitia acara), memberi semangat untuk tetap PD saja. “Tidak perlu
takut (grammarnya) benar atau salah. Yang penting berani ngomong aja. Mereka
akan menghargai orang-orang yang mau ngomong”.
Saya targetkan setidaknya buku
catatan saya tahun ini bisa full inggris, latihan grammar, memperbanyak vocab,
dll. Amin.
Gambar
Tahun 2012, di sela-sela kuliah dan
tesis, saya coba melanjutkan untuk mencoba gambar realis/gambar portrait dan
gambar kartun. Saya sangat bersyukur bisa “bertemu” dengan orang-orang yang
belum pernah ketemu atau kenalan langsung, tapi mau mengajari gambar realis
lewat FB. Lewat kesempatan ini juga saya melatih teknik-teknik gambar yang baru.
Saya harap bisa melatih teknik-teknik baru dalam gambar.
Secara khusus, tahun ini saya
targetkan untuk belajar mewarnai sketch/gambar dengan marker. At least, bisa
mewarnai secara monokrom, satu warna. Sisi lainnya, saya masih mencoba tetap berlatih dengan travel sketch, mengasah kemampuan gambar langsung di lapangan. Semoga Tahun ini bisa menyelesaikan buku gambar lainnya.
Semoga setiap tahap dan prosesnya
bisa menjadi cerita yang dibagikan untuk bersama. God bless.
God Bless Indonesia!
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
setelah beberapa kali mencoba, saya merasa hal ini hanya membuang-buang waktu dan skill...kecuali uang hasil komersilnya... Bukannya tidak b...
-
Shadow of Arkodeko Faces come and faces go But none seem to look my way And walls have stood and walls have fallen But my heart seems to wai...
-
Saya punya cerita panjang tentang hal ini… yaa cenderung argumentatif.. Kasih dalam konteks storge diartikan bagi kasih dalam relasi antar k...







